-->

LUARBIASA! CERITA SERKA DARWIS BERTARUH NYAWA AGAR ANAK ANAK DESA BISA SAMPAI KE SEKOLAH

LUARBIASA! CERITA SERKA DARWIS BERTARUH NYAWA AGAR ANAK ANAK DESA BISA SAMPAI KE SEKOLAH - Hallo sahabat Info Gtk, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul LUARBIASA! CERITA SERKA DARWIS BERTARUH NYAWA AGAR ANAK ANAK DESA BISA SAMPAI KE SEKOLAH, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Seputar Berita, Seputar Bos, Seputar Cpns, Seputar Dapodik, Seputar Guru, Seputar Honorer, Seputar Kurikulum, Seputar Operator sekolah, Seputar Pembelajaran, Seputar Siswa, Seputar Tunjangan, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selaamat membaca.

Assalamualaikum wr.wb, selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua rekan rekan pendidik di seluruh tanah air indonesia , Selamat datang di website pendidikan operator guru , kami menyajikan informasi terbaru  seputar Informasi Guru, Pendidikan indonesia dan kabar berita menarik lainya, berikut informasi mengenai, Luarbiasa! Darwis Bertaruh Nyawa agar Anak-anak Desa Bisa Sampai ke Sekolah, silahkan simak informasi selengkapnya .

Berbekal tali slag atau katrol, selembar papan dan bambu, Sersan Kepala (Serka) Darwis, prajurit TNI Korem 143/HO Kendari membantu sejumlah anak-anak sekolah menyeberangi derasnya arus sungai Ranteangin di Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Setiap hari, anggota Babinsa Lalusua, Kolaka Utara itu harus bertaruh nyawa untuk membantu para siswa melintasi sungai selebar 60 meter tersebut. Aktivitas penuh risiko itu dilakoninya sejak 2012 silam.

"Satu kali seberangkan anak-anak untuk sekolah bisa tiga orang, bahkan anak kecil saya gendong dengan pakai sarung. Supaya aman, tali dililitkan di badan anak-anak kalau mau nyeberang," tutur Darwis dihubungi via teleponnya, Sabtu (5/8/2017).

Kondisi itu terjadi karena tidak ada jalan alternatif lain yang bisa digunakan warga Desa Maroko, Kecamatan Wawo untuk menuju Desa Tinakari, Kecamatan Ranteangin, Kolaka Utara.

Di desa itu belum terdapat fasilitas pendidikan ataupun  pasar, sehingga warga Desa Marako harus menyeberangi sungai agar bisa sampai tujuan.

Baca juga: Kisah Anak di Tapal Batas Berjalan 10 Km Setiap Hari untuk Sekolah

Kondisi tersebut sudah berlangsung berpuluh-puluh tahun, namun hingga kini Pemerintah Daerah Kolaka Utara tidak kunjung membangun jembatan penghubung dua wilayah itu. 

"Kalau cuaca bagus bisa dibantu sama kakak-kakaknya, kalau cuaca buruk saya harus ada di situ karena berbahaya," ujarnya.

Dia bercerita, sebelum ada alat tali gantung, anak-anak harus menyeberangi sungai dengan rakit darurat yang terbuat dari batang pohon pisang.

Akhirnya warga pun berswadaya membeli peralatan tali, bambu, dan papan untuk membuat jembatan tali tersebut. Ketinggian gantungan tali yang menjadi jalur penyeberangan warga, dari permukaan air sekira 7 meter.

Pada musim kemarau, kedalaman air sungai sekitar 2 meter, sedangkan saat musim hujan, ketinggian air mencapai 6 meter.

"Dari Desa Maroko siswa SD dan SMP satu atap harus ditempuh 3 kilometer dan untuk siswa SMA atau Aliyah 6 kilometer jaraknya dari rumah mereka," kata Darwis.

Anggota TNI yang akan pensiun 6 tahun lagi itu menyebut, niatnya untuk membantu didasari oleh harapan agar anak-anak di Desa tersebut bisa tetap mengenyam pendidikan. 

"Sebagai anggota Babinsa kita diwajibkan untuk membantu masyarakat, bukan hanya mengetahui masalah masyarakat tapi juga harus dicarikan solusinya. Termasuk soal akses pendidikan masyarakat di wilayah dampingannya kita," sebutnya.

Luarbiasa! Darwis Bertaruh Nyawa agar Anak-anak Desa Bisa Sampai ke Sekolah
Luarbiasa! Darwis Bertaruh Nyawa agar Anak-anak Desa Bisa Sampai ke Sekolah
Sementara, para pelajar mengaku takut karena setiap kali bergantung di tali ini untuk menyeberang sungai. Terlebih saat musim hujan arus sungai begitu deras.

"Sebenarnya saya takut sekali kalau saat banjir," kata Usman, siswa SDN 2 Wawo, Selasa (18/7/2017).

Tak hanya anak-anak, warga yang hendak menjual hasil panen kebun mereka juga melintasi Sungai Ranteangin dengan menggunakan tali gantungan. 

Demikian Informasi yang bisa kami bagikan mengenai, Demikian Informasi yang bisa kami bagikan mengenai, Luarbiasa! Darwis Bertaruh Nyawa agar Anak-anak Desa Bisa Sampai ke Sekolah yang kami kutip dari kompas.com, di pagi ini , di operatorguru.com dan semoga ada manfaatnya untuk rekan rekan pembaca setia kami , teruslah berkunjung , untuk memperbaharui, informasi terbaru seputar informasi Guru dan Pendidikan Indonesia terbaru,  silahkan juga simak informasi menarik lainya di bawah ini .


Demikianlah Artikel LUARBIASA! CERITA SERKA DARWIS BERTARUH NYAWA AGAR ANAK ANAK DESA BISA SAMPAI KE SEKOLAH

Sekianlah artikel LUARBIASA! CERITA SERKA DARWIS BERTARUH NYAWA AGAR ANAK ANAK DESA BISA SAMPAI KE SEKOLAH kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel LUARBIASA! CERITA SERKA DARWIS BERTARUH NYAWA AGAR ANAK ANAK DESA BISA SAMPAI KE SEKOLAH dengan alamat link https://infogtkterkini.blogspot.com/2017/08/luarbiasa-cerita-serka-darwis-bertaruh.html

0 Response to "LUARBIASA! CERITA SERKA DARWIS BERTARUH NYAWA AGAR ANAK ANAK DESA BISA SAMPAI KE SEKOLAH"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel