MENDIKBUD MUHADJIER EFFENDY INGIN MENGADOPSI DASAR DASAR PENDIDIKAN SEKOLAH KATOLIK, APAKAH REKAN REKAN SETUJU
MENDIKBUD MUHADJIER EFFENDY INGIN MENGADOPSI DASAR DASAR PENDIDIKAN SEKOLAH KATOLIK, APAKAH REKAN REKAN SETUJU - Hallo sahabat Info Gtk, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul MENDIKBUD MUHADJIER EFFENDY INGIN MENGADOPSI DASAR DASAR PENDIDIKAN SEKOLAH KATOLIK, APAKAH REKAN REKAN SETUJU, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan
Seputar Berita,
Seputar Bos,
Seputar Cpns,
Seputar Dapodik,
Seputar Guru,
Seputar Honorer,
Seputar Kurikulum,
Seputar Operator sekolah,
Seputar Pembelajaran,
Seputar Siswa,
Seputar Tunjangan, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selaamat membaca.
Anda sekarang membaca artikel MENDIKBUD MUHADJIER EFFENDY INGIN MENGADOPSI DASAR DASAR PENDIDIKAN SEKOLAH KATOLIK, APAKAH REKAN REKAN SETUJU dengan alamat link https://infogtkterkini.blogspot.com/2017/08/mendikbud-muhadjier-effendy-ingin.html
Assalamualaikum wr.wb, selamat siang dan salam sejahtera untuk kita semua rekan rekan pendidik di seluruh tanah air indonesia , Selamat datang di website pendidikan operator guru , kami menyajikan informasi terbaru seputar Informasi Guru, Pendidikan indonesia dan kabar berita menarik lainya, berikut informasi mengenai, Mendikbud Muhadjier Effendy Ingin Mengadopsi Dasar Dasar Pendidikan Sekolah Katolik, Apakah Rekan Rekan Setuju , berikut informasi selengkapnya .
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menilai sistem pendidikan di lingkungan sekolah Katolik telah memenuhi sebagian unsur pendidikan penguatan karakter (PPK) yang bakal diterapkan pemerintah.
Atas dasar itu, Muhadjir mengatakan ada rencana untuk mengadopsi metode pendidikan lembaga pendidikan Katolik untuk diaplikasikan dalam kebijakan PPK di lingkungan sekolah umum.
"Misal, penyelenggaraan boarding school. Hal ini jelas telah berbasis nilai dan karakter. Para Romo [pendeta] dan guru selalu bersama siswa, menjaga dasar nilai keagamaan sebagai penguatan karakter," kata Muhadjir usai bertemu dengan sejumlah Uskup dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), di Kantor KWI, Jakarta Pusat, Jumat (25/8).
Muhadjir mengatakan sekolah sebagai salah satu tempat pembelajaran siswa harusnya mampu turut mengelola tumbuh kembang peserta didik. Itupun, sambungnya, dilengkapi lingkungan tempat tinggal terutama keluarga.
Muhadjir menginginkan sekolah tak hanya menjadi tempat transfer ilmu saja. Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu ingin sekolah pun menjadi tempat penguatan karakter serta pengembangan keterampilan.
Itu, kata Muhadjir, dimulai dari cara berpikir kritis dan analitis, kemampuan berkomunikasi yang baik, hingga berkolaborasi untuk menciptakan inovasi.
"Jadi, nantinya ada dua rapor. Rapor akademis dan rapor karakter," kata Muhadjir. "Seorang murid yang nilak matematikanya jelek, bukan berarti buruk. Bisa saja dia punya keunikan lain yang membuat dia istimewa, yang buat dia berbeda. Sehingga anak-anak bisa jadi dirinya sendiri, tanpa perlu diseragamkan. Karena, tidak ada jaminan bahwa pemenang olimpiade sains bakal sukses."
Komunikasi Antar-Sesama
Di tempat yang sama, Ketua Umum KWI Ignatius Suharyo mengharapkan pemerintah menerapkan pendidikan religius di lingkungan sekolah umum. Itu, kata pria yang juga Uskup Agung Jakarta tersebut, harus masuk dalam pendidikan karakter lainnya seperti nasionalis, kemandirian, gotong royong, dan integritas.
"Jadi, anak-anak yang berbeda agama yang ada di satu kelas di ajak untuk berpikir bersama. Diminta mengumpulkan pemikiran terhadap suatu isu dari latar agama dan keluarga mereka masing-masing. Hal itu di-sharing di kelas. Efeknya bukan hanya dalam hal-hal yang berkaitan dengan agama, tapi juga dengan cara berkomunikasi antar sesama," kata Ignatius Suharyo.
Selain itu, ia pun mengimbau pemerintah untuk berpikir kreatif dalam mendukung pengaplikasian pendidikan karakter di sekolah.
Salah satu contoh kreatif yang bisa diterapkan, kata Ignatius Haryanto, adalah mengadopsi metode live in (tinggal bersama) pada waktu-waktu tertentu. Ia mencontohkan, anak-anak yang selama ini tumbuh besar di kota besar, perlu diajak tinggal di daerah-daerah yang masih minim mendapatkan perhatian dari pemerintah. Hal itu, sambungnya, bisa menjadi ajang pembelajaran atas perbedaan dan tenggang rasa.
| Gambar ilustrasi |
"Kalau di Jakarta listrik tinggal menyalakan, di sana ya harus cari minyak dulu. Mau air di sini tinggal buka keran, di sana harus jalan ke sungai sejauh 4 km dulu. Semacam itu. Hal ini saya rasa mampu membantu mengembangkan kepekaan sosial dan moral para peserta didik," kata Ignatius.
Demikian Informasi yang bisa kami bagikan mengenai, Mendikbud Muhadjier Effendy Ingin Mengadopsi Dasar Dasar Pendidikan Sekolah Katolik, Apakah Rekan Rekan Setuju yang kami kutip dari brili, di siang ini , di operatorguru.com dan semoga ada manfaatnya untuk rekan rekan pembaca setia kami , teruslah berkunjung , untuk memperbaharui, informasi terbaru seputar informasi Guru dan Pendidikan Indonesia terbaru, silahkan juga simak informasi menarik lainya di bawah ini .
Demikianlah Artikel MENDIKBUD MUHADJIER EFFENDY INGIN MENGADOPSI DASAR DASAR PENDIDIKAN SEKOLAH KATOLIK, APAKAH REKAN REKAN SETUJU
Sekianlah artikel MENDIKBUD MUHADJIER EFFENDY INGIN MENGADOPSI DASAR DASAR PENDIDIKAN SEKOLAH KATOLIK, APAKAH REKAN REKAN SETUJU kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel MENDIKBUD MUHADJIER EFFENDY INGIN MENGADOPSI DASAR DASAR PENDIDIKAN SEKOLAH KATOLIK, APAKAH REKAN REKAN SETUJU dengan alamat link https://infogtkterkini.blogspot.com/2017/08/mendikbud-muhadjier-effendy-ingin.html
0 Response to "MENDIKBUD MUHADJIER EFFENDY INGIN MENGADOPSI DASAR DASAR PENDIDIKAN SEKOLAH KATOLIK, APAKAH REKAN REKAN SETUJU"
Post a Comment